Aku masih ingat hari itu, tepat di bulan suci Ramadhan (Malam Ke-9 Ramadhan) ketika aku menerima berita bahwa ayahku pingsan sementara mengangkat takbir pertama sholat isya di masjid. Aku masih ingat bagaimana anak -anak yang memberitahu aku tentang kejadian itu. Aku merasa seperti dunia aku runtuh.
Meninggal di saat sholat adalah sebuah karunia yang besar. Ayahku meninggal dalam keadaan yang paling baik, di saat ia sedang beribadah kepada Allah. Aku merasa bangga dan bersyukur bahwa ayahku meninggal dengan cara yang begitu mulia. Tapi, aku juga merasakan kesedihan yang mendalam. Aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa ayahku tidak ada lagi. Aku merasa seperti kehilangan sebagian dari diriku sendiri.
Ayahku selalu menekankan pentingnya beribadah kepada Allah. Ayahku selalu mengajarkan aku untuk menerima takdir dengan sabar. Aku akan terus berusaha untuk menjadi seperti ayahku. Dan sekarang, aku menyadari bahwa ayahku telah mempraktikkan apa yang ia ajarkan.
Aku tahu bahwa aku tidak sendirian dalam menghadapi kesedihan ini. Banyak orang telah melewati hal yang sama dan telah menemukan cara untuk melanjutkan hidup. Aku percaya bahwa aku juga bisa melakukan hal yang sama. Jadi, jangan pernah merasa bersalah untuk merasa sedih. Kesedihan adalah proses alami yang perlu dijalani. Kenanglah kenangan baik dengan ayahmu. Ini dapat membantu kalian merasa lebih dekat dengannya.
Ayah, aku masih merindukanmu. Tapi aku akan terus berjalan maju, dengan kenangan dan ajaranmu di hatiku. Semoga blog ini dapat membantu kalian yang sedang menghadapi kesedihan serupa. Ingatlah bahwa kalian tidak sendirian, dan ada banyak orang yang peduli dengan kalian🫂.
"Al-Fatihah Ayahku Sayang 🤲💕🫂"
Komentar
Posting Komentar